Mengenai sistem informasi yang diimplementasikan pada perusahaan, Sistem informasi saat ini memang sudah menjadi sebuah kebutuhan dimana di zaman yang serba modern ini, informasi sangat penting untuk berjalannya sebuah bisnis. Yang mana kebutuhan akan informasi menjadi hal mutlak bagi berbagai pihak di dalam suatu perusahaan.
Berdasarkan pengalaman saya bekerja sebelumnya di beberapa perusahaan, perusahaan tempat saya bekerja semuanya sudah memiliki sistem informasi yang cukup memadai meskipun ada beberapa juga yang masih kurang maksimal dalam mendukung kinerja para karyawan.
Perusahaan tempat saya pertama kali bekerja bergerak dibidang property dan hospitality, pada perusahaan tersebut sistem informasi yang digunakan ada beberapa jenis dari yang umum yaitu Ms. Excel untuk mengolah data penggunaan fasilitas dan juga sistem informasi berbentuk aplikasi yang bernama "Camden Residence App" yang berfungsi untuk menginput data resident atau penghuni yang tinggal diperumahan tersebut yang ingin menggunakan fasilitas yang ada disana seperti kolam renang, restoran, meeting room, karaoke room dan gym. Dari Camden Residence App tersebut data akan ditransfer menuju server dan akan dipindahkan ke excel untuk kemudian di olah menjadi sebuah laporan kepada kantor pusat.
Pada perusahaan kedua saya bekerja di sebuah bengkel khusus mobil pabrikan eropa seperti Range Rover, Ferrari dan lain sebagainya, di dalam perusahaan ini menggunakan beberapa jenis sistem informasi dari Ms.Excel dan juga sistem informasi berbasis aplikasi khusus untuk usaha yang bergerak dibidang bengkel, dimana aplikasi tersebut digunakan untuk membuat invoice, inventory stock, dan laporan keuangan. aplikasi ini sangat praktis karena dapat memuat semua data dan juga dapat langsung digunakan untuk membuat laporan keuangan. selain itu perusahaan tersebut menggunakan aplikasi scan untuk mengecek kerusakan pada mobil yang dinamakan AutoLand dan AutoBoss.
Adapun jenis-jenis Sistem Informasi yang banyak di implementasi pada perusahaan saat ini dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas bisnis yang lingkungannya sangat cepat berubah dapat dikelompokan menjadi beberapa kelompok.
Ada berbagai cara untuk mengelompokkan jenis-jenis sistem informasi. Klasifikasi yang umum dipakai antara lain didasarkan pada (Abdul Kadir):
• Hirarki
• level organisasi,
• area fungsional,
• dukungan yang diberikan, dan
• arsitektur sistem informasi.
Beberapa istilah sistem informasi lain juga sering dijumpai dalam literatur, seperti sistem informasi strategis dan sistem informasi geografi.
Hirarki Sistem Informasi
Jenis-jenis sistem informasi Berdasarkan hirarkies , sistem informasi bisa di bagi menjadi (Indrajit, 87):
• Transaksional Sistem Informasi : merupakan sistem informasi dimana proses di dalamnya berupa transaksi data(CRUD) secara berulang-ulang ke dalam database. Biasanya level ini dilakukan oleh staff EDP(Electronik Data Processing)
• Managerial Sistem Informasi : pada level ini dalam sistem informasi sudah ada fitur untuk melihat rekapitulasi data berupa pelaporan. Informasi yang dihasilkan SI pada sistem ini dimanfaatkan oleh staff pada level manager.
• Ekskutif Sistem Informasi : pada level ini, sistem informasi sudah bisa menjadi acuan dalam mengambil keputusan(Decision Support System). Fitur SI ini dimanfaatkan oleh level ekskutif(Direktur Utama)
Sistem Informasi Menurut Level Organisasi
Berdasarkan level organisasi, sistem informasi dikelompokkan menjadi:
• sistem informasi departemen.
• sistem informasi perusahaan, dan
• sistem informasi antarorganisasi.
Sistem informasi departemen (departmental information system) adalah sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen. Sebagai contoh, departemen SDM (Sumber Daya Manusia) memiliki sejumlah program (aplikasi). Misalnya, saiah satu aplikasi digunakan untuk memantau kinerja pegawai dan aplikasi yang lain digunakan untuk menangani peiamar. Kumpulan aplikasi ini membentuk sebuah sistem yang disebut sistem informasi SDM (human resource information system atau HRIS).
Sistem informasi perusahaan (enterprise information system) merupa-kan sistem informasi yangtidak terletak pada masing-masing departemen, melainkan berupa sebuah sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama-sama. Sebagai contoh, sistem informasi perguruan tinggi mengintegrasikan bagian-bagian seperti peng-ajaran, keuangan, dan kemahasiswaan.
Sistem informasi antarorganisasi (interorganizational information system atau terkadang disebut IOS / interorganization system) merupakan jenis sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih. Sebagai gambaran, sistem informasi reservasi pesawat terbang adalah contoh sistem informasi yang memungkinkan biro perjalanan yang menjual tiket dan maskapai penerbangan bisa berbagi informasi. Contoh yang lain yaitu sistem para pemasok yang dapat dihubungkan ke sistem infor-masi Wal-Mart (www.walmart.com), retailer terkemuka di Amerika, yang memungkinkan pihak pemasok dapat segera mengetahui sediaan yang berada di bawah level minimum sehingga pemasok dapat segera mengirimkan produk mereka ke Wal-Mart (Ebert dan Griffin, 2003). Pada awal 1990-an, perusahaan IBM, Apple, dan Motorola membentuk aliansi strategis yang dimaksudkan untuk mematahkan dominasi Intel ter-hadap pasar CPU (central processing unit). Ketiga perusahaan ini meng-gunakan IOS sebagai sarana berbagi informasi dalam pengembangan produk. Chip yang disebut PowerPC merupakan hasil dari kolaborasi ter-sebut (Haag, 1999). Kini, model seperti ini banyak diimplementasikan dalam perdagangan elektronis (e-Commerce) yang menghubungkan pemasok dan penjual, atau yang lebih dikenal dengan sebutan B2B atau . Business to Business.
Serupa dengan pembagian menurut level organisasi, Kroenke (1992) mengklasifikasikan sistem informasi dalam sebuah organisasi menjadi tiga kelompok:
• Sistem informasi pribadi,
• Sistem informasi kelompok kerja (workgroup information system), dan
• Sistem informasi perusahaan (enterprise information system).
Sistem Informasi Fungsional
Sebagaimana diketahui, sebuah organisasi memiliki sejumlah area fungsional seperti Akuntansi, Pemasaran, Produksi, dan sebagainya.
Berdasarkan area fungsional seperti ini, dikenal sejumlah sistem informasi fungsional. Jadi, sistem informasi fungsional adalah sistem informasi yang ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan. Beberapa sistem informasi fungsional yang umum adalah sebagai berikut:
1. Sistem informasi akuntansi (accounting information system)
2. Sistem informasi keuangan (finance information system)
3. Sistem informasi manufaktur (manufacturing/production information system)
4. Sistem informasi pemasaran (marketing information system atau MKIS)
5. Sistem informasi SDM (human resources information system atau HRIS)
Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan yang Tersedia
Berdasarkan dukungan yang diberikan kepada pemakai, sistem infor¬masi yang digunakan pada semua area fungsional dalam organisasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
• Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau TPS).
• Sistem Informasi Manajemen (management infromation system atau MIS).
• Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system I OAS).
• Sistem Pendukung Keputusan (decision support system atau DSS).
• Sistem Informasi Eksekutif (executive infromation system atau EIS).
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar