Informasi dan Pelaksaannya


Sim, alexander liman, prof. dr. ir. hapzi a li, mm., cma., informasi dalam pelaksanaanya, universitas mercu buana, 2017 from Alexanderliman728


  • Sistem Informasi Transaksional : Merupakan sistem informasi dimana proses yang terjadi di dalamnya berupa transaksi data yang dilakukan secara berulang-ulang ke dalam sebuah database, pada level ini biasanya dilakukan oleh staff.
Implementasinya pada perusahaan saya bekerja dahulu adalah dengan mengumpulkan bukti-bukti transaksi yang ada, maka data yang didapat akan diinput menggunakan computer kedalam sebuah software database yang berfungsi mengolah informasi yang didapat, seperti software aplikasi keuangan dan lain sebagainya.
  • Sistem Informasi Managerial : Pada level ini dalam sistem informasi sudah memiliki fitur untuk melihat rekapitulasi data yang berupa pelaporan. Dimana informasi yang dihasilkan SI pada sistem ini dimanfaatkan oleh staff pada level manager untuk membantu proses pengambilan keputusan.
Implemenasi dari sistem informasi ini adalah penggunaan sebuah data yang dihasilkan dari pengumpulan sejumlah data yang berasal dari transaksi-transaksi yang ada sehingga dapat membantu manajer dalam mengevaluasi kinerja.
  • Sistem Pengambilan Keputusan : bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan, yang berupa sistem komputer yang berfungsi mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah
Implementasi dari sistem pengambilan keputusan pada perusahaan tempat saya bekerja dulu adalah dengan data-data yang ada dari hasil sistem sebelumnya, maka data akan dikelompokkan atau dalam kasus ini perusahaan mengurutkan jumlah harga sparepart beserta kualitas nya dari yang paling baik kualitasnya dan juga dari yang paling murah harganya untuk kemudian dengan data yang dihasilkan akan membantu dalam proses pengambilan keputusan.
  • Sistem Informasi Ekskutif : Sistem informasi pada level ini sudah bisa menjadi acuan dalam mengambil keputusan(Decision Support System). Dimana fitur SI ini dimanfaatkan oleh level ekskutif (Direktur Utama)
Implementasinya dari sistem ini adalah penggunaan sistem yang berfungsi membantu Direktur dalam pengambilan keputusan demi kemajuan perusahaan, sistemnya hampir sama dengan DSS
Berbicara mengenai mengapa manajemen hubungan dengan pelanggan (Customer Relationship Management : CRM), memiliki fungsi yang strategis dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif saat ini, menurut pendapat saya alasannya adalah dengan membuat hubungan yang baik dengan pelanggan maka perusahaan akan mendapat penilaian yang positif dari customer atau pelanggan sehingga pelanggan menjadi tidak ragu dalam menggunakan produk dari perusahaan tersebut, atau dengan kata lain akan memberi nilai lebih atau nilai tambah perusahaan dimata pelanggan khususnya dalam bidang-bidang yang berhubungan dengan pelanggan seperti pelayanan dan lain sebagainya sehingga pelanggan akan lebih memilih produk yang dihasilkan perusahaan karena merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dibandingkan dengan memilih produk dari kompetitor lain yang mungkin memiliki kualitas pelayanan bagi pelanggan yang kurang baik atau tidak sebaik yang perusahaan tersebut berikan bagi kepuasan pelanggan.
Sebagai contoh pada perusahaan elektronik A yang baru berdiri, menerapkan Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management : CRM)  dengan membuat strategi untuk meningkatkan kualitas dari pelayanan pelanggan seperti keluhan, servis. garansi, dan kemudahan bantuan bagi pelanggan dengan membuka service center di berbagai tempat yang mudah ditemukan  dan juga pelayanan Customer Care yang siap untuk melayani dalam 24/7 sehingga memudahkan bagi pelanggan.
Disisi lain ada perusahaan elektronik B yang sudah lama berdiri dan memiliki nama besar di pasar perdagangan, namun tidak memiliki pelayanan pelanggan yang cukup baik, karena tidak mengimplementasikan Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management : CRM) karena berpikir nama besar mereka sudah cukup untuk memberikan kepuasan pada pelanggan dan tetap percaya diri jika pelanggan mereka saat ini tidak akan lari kepada kompetitor lainnya, padahal mereka tidak memiliki pelayanan yang baik, seperti tidak memberikan pelayanan Customer Care yang siap membantu 24/7 dan service center yang letaknya sulit untuk dijangkau sehingga pelanggan pun mulai kecewa dengan pelayanan yang diberikan perusahaan elektronik B, dengan keadaan seperti ini, lama kelamaan pelanggan perusahaan elektronik B akan mulai beralih ke produk lainnya yang menawarkan kemudahan dan pelayanan yang lebih baik daripada perusahaan elektronik B atau dalam kasus ini perusahaan lain tersebut adalah perusahaan elektronik A karena menyediakan pelayanan yang lebih baik melalui penerapan Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management : CRM) yang memudahkan bagi pelanggan dan memberi nilai lebih terhadap perusahaan


Komentar

Postingan Populer